Postingan

Penguatan Pendidikan Diniyah

Penguatan Pendidikan Diniyah Madrasah diniyah merupakan salah satu dari lembaga pendidikan Islam yang berada pada jalur luar sekolah, sehingga dengan adanya madrasah diniyah, diharapkan mampu untuk terus menerus memberikan pendidikan yang berkaitan tentang agama Islam kepada peserta didiknya yang dimana pendidikan agama Islam tersebut belum terpenuhi pada jalur sekolah. Dimana dalam sistem pengajarannya, madrasah diniyah menggunakan sistem klasikal yang sebagaimana hampir sama dengan sistem pembelajaran di pondok pesantren Situasi pendidikan di Indonesia yang semakin hari terus berlangsung dan mengalami perubahan menjadikan pendidikan dituntut untuk selalu siap menghadapi segala macam permasalahan dihadapannya.   Gejala-gejala dalam pendidikan pada umumnya dan pendidikan diniyah pada khususnya bermunculan disebabkan karena perkembangan teknologi yang semakin tidak bisa dihindari khususnya dalam kalangan anak-anak dan remaja, selain itu juga mengakibatkan dampak di dalam bidan...

Penguatan Pendidikan Pesantren

Penguatan Pendidikan Pesantren Kita tahu bahwasanya pesantren merupakan sebuah tempat dimana para santri untuk bisa belajar dalam menuntut ilmu, terutama ilmu agama. Menurut Imam Zarkasyi mengartikan bahwa pesantren merupakan sebuah lembaga pendidikan Islam yang dimana kyai atau seorang guru merupakan sosok sentralnya, dan masjid sebagai sentral kegiatannya. Pendidikan pesantren diselenggarakan dalam waktu 24 jam. Dari formal maupun non formal sampai halaqah ilmiah yang berlangsung sepanjang waktu. Pendidikan karakter baru-baru ini di galakkan atau di gencar karena diyakini menjadi solusi klimaks dari bobroknya moralitas belajar. Sosok kiai sebagai figur utama pesantren pembentuk kultur di pesantren dan dipraktekkan oleh para santri dengan baik dan konsisten, baik mereka yang masih tinggal di pesantren maupun tidak. Secara faktual tipe pondok pesantren terbagi menjadi 2 yaitu: 1. Pondok pesantren Salafi dimana pondok pesantren ini masih tetap mempertahankan bentuk aslinya dengan semata...

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Era Revolusi Industri/Pandemi

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Era Revolusi Industri/Pandemi Pembelajaran pendidikan agama Islam adalah suatu sadar dan terencana yang dilakukan oleh pendidik agara peserta didik mampu meyakini, memahami, dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari maupun sosial masyartakat melalui kegiatan bimbingan, pengajaran atau pelatihan tuannya agar peserta didik senantiaaa dapat mengetahui tentang ajaran Islam secara mendasar. Keadaan saat ini sedang diuji adanya perubahan dalam pendidikan tepatnya dalam sistem pembelajaran, yang dimana sistem pembelajaran dari tatap muka di lembaga pendidikan menjadi pembelajaran jarak jauh atau pembelajaran daring. Dari kebijakan sistem pembelajaran jarak jauh atau pembelajaran online. Memiliki banyak kendala atau hambatan. Dimana kendala tersebut dari sisi pendidik yaitu keterbatasan sarana dan prasarana, dimana kurangnya fasilitas yang memadai pada saat pelaksanaan pembelajaran daring. Dari sisi lain peserta didik yaitu kurangnya melak...

Problematika Karakter Peserta Didik Dalam Pembelajaran di Masa Pandemi

  Nama: Muhammad Harits Alfarizi Nim: 201190421 Kelas: PAI M Problematika Karakter Peserta Didik Mengenai permasalahan guru, Covid-19 juga sangat berdampak pada peserta didik, pelajaran yang biasanya dilakukan di dalam kelas dengan suasana banyak teman, sekarang harus berbanding terbalik dengan kondisi yang mengharuskan peserta didik belajar di rumah saja. Apalagi dengan melihat kemampuan yang dimiliki peserta didik berbeda, serta daya serap masing-masing peserta didik pastinya juga sangat berbeda. Hal ini secara otomatis akan berdampak pada prestasi dan motivasi peserta didik dalam pembelajaran. Dimana pada prosesnya pembelajaran yang biasanya dilaksanakan di sekolah dengan tatap muka langsung dengan bapak/ibu guru dan teman-teman tidak dapat dilakukan pada masa pandemi ini. Hal inilah para siswa diharuskan belajar dari rumah (BDR), untuk itu guru juga diharuskan menyiapkan perangkat pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk belajar dari rumah. Kondisi ini membuat gur...

Profesionalitas Guru Pendidikan Agama Islam

Profesionalitas Guru Pendidikan Agama Islam Dalam proses belajar mengajar guru merupakan salah satu sumber belajar siswa yang memiliki peranan yang sangat penting dalam menentukan jalannya proses belajar mengajar. Tugas guru sebagai suatu profesi menuntut pada guru untuk mengembangkan profesionalitas diri sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.Jadi guru yang profesional adalah guru yang mempunyai kemampuan dan keahlian khusus dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar sehingga mencapai sasaran berupa pencapaian tujuan-tujuan yang berkaitan dengan mata pelajaran yang disampaikan dan mempunyai kemampuan yang maksimal. Dengan demikian, guru Pendidikan Agama Islam dituntut untuk komitmen terhadap profesionalitas dalam mengemban tugasnya, sehingga dalam dirinya melekat sikap dedikatif yang tinggi terhadap tugasnya, sikap komitmen terhadap mutu proses dan hasil kerja, serta sikap continous improvement, yakni selalu berusaha memperbaiki dan memperbaharui model-model atau ...

Tripusat Pendidikan (Sinergitas keluarga, Masyarakat dan Sekolah/Madrasah)

“ Tripusat Pendidikan (Sinergitas keluarga, Masyarakat dan Sekolah/Madrasah)” Istilah Tri Pusat Pendidikan adalah istilah yang digunakan oleh tokoh pendidikan Indonesia, yaitu Ki Hajar Dewantara yang menggambarkan lembaga atau lingkungan pendidikan yang ada di sekitar manusia yang mempengaruhi perilaku peserta didik, yaitu: 1) Pendidikan keluarga atau pendidikan informal 2) Pendidikan di sekolah atau pendidikan formal 3) Pendidikan di dalam masyarakat atau pendidikan nonformal Penggolongan ini dilihat dari tempat berlangsungnya pendidikan, sehingga Ki Hajar Dewantara membedakan menjadi tiga dengan sebutan Tri Pusat Pendidikan: 1. Pendidikan dalam keluarga Pendidikan dalam keluarga adalah proses pembelajaran yang terjadi yang merupakan organisasi terbatas dan mempunyai ukuran yang minimum terutama pihak-pihak yang pada awalnya mengadakan suatu ikatan. Dengan demikian, keluarga memiliki sistem jaringan interaksi yang lebih bersifat hubungan in terpersonal dimana masing-masing anggota d...