Penguatan Pendidikan Pesantren

Penguatan Pendidikan Pesantren

Kita tahu bahwasanya pesantren merupakan sebuah tempat dimana para santri untuk bisa belajar dalam menuntut ilmu, terutama ilmu agama. Menurut Imam Zarkasyi mengartikan bahwa pesantren merupakan sebuah lembaga pendidikan Islam yang dimana kyai atau seorang guru merupakan sosok sentralnya, dan masjid sebagai sentral kegiatannya.

Pendidikan pesantren diselenggarakan dalam waktu 24 jam. Dari formal maupun non formal sampai halaqah ilmiah yang berlangsung sepanjang waktu. Pendidikan karakter baru-baru ini di galakkan atau di gencar karena diyakini menjadi solusi klimaks dari bobroknya moralitas belajar. Sosok kiai sebagai figur utama pesantren pembentuk kultur di pesantren dan dipraktekkan oleh para santri dengan baik dan konsisten, baik mereka yang masih tinggal di pesantren maupun tidak.

Secara faktual tipe pondok pesantren terbagi menjadi 2 yaitu:

1. Pondok pesantren Salafi dimana pondok pesantren ini masih tetap mempertahankan bentuk aslinya dengan semata-mata mengajarkan Kitab yang ditulis oleh para ulama dengan menggunakan bahasa Arab.

2. Pondok Pesantren Modern yang merupakan pondok pesantren dimana pengajian kitab klasik tidak begitu menonjol tetapi berubah menjadi mata pelajaran atau bidang studi dan juga sistem yang diterapkan pesantren berubah menjadi individual dalam hal belajar.

Oleh karena itu, pondok pesantren bertujuan untuk membentuk manusia yang benar-benar ahli dalam bidang agama dan ilmu pengetahuan kemasyarakatan serta berakhlak karimah. Untuk itu dalam mencapai tujuan tersebut maka pondok pesantren mengajarkan ilmu tauhid, ilmu fiqih, Ilmu Tafsir, ilmu Hadis, ilmu Nahwu, ilmu shorof, serta ilmu yang lainnya. Pengajian untuk berbagai ilmu-ilmu tersebut sering di tandai dengan pengajaran kitab-kitab wajib sebagai buku teks yang dikenal dengan sebutan kitab kuning.

Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin modern pondok pesantren juga mengalami dinamika dan selalu berusaha untuk membenah diri agar tetap sesuai dengan tuntutan perubahan. Oleh karenanya Ada tiga hal utama yang telah dilakukan pondok pesantren dalam meraih konstruksi sistem pendidikan yaitu

Pertama, pembaharuan dari segi metode belajar mengajar dalam pondok pesantren. Pada mulanya pondok pesantren menerapkan metode hafalan dan menempatkan Kiai sebagai satu-satunya sumber dalam berbagai proses belajar mengajar.

Kedua, Penguatan nilai-nilai dalam pesantren yaitu dengan menjaga dan mempertahankan tradisi dan nilai-nilai kupesantrenkan. Maka upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menguatkan keberadaan dirinya sebagai pendidikan Islam yang concern pada pengembangan sumber daya manusia.

Ketiga, Dalam mengembangkan sumber daya manusia, pesantren harus menekankan pada aspek kognitif, efektif, psikomotorik, teoritis dan praktis untuk bekal ketika sudah lulus dari pesantren kelak. Itulah sebabnya, pesantren dikatakan sebagai institut keagamaan dengan segudang pengetahuan yang mampu melahirkan para ilmuan yang sangat kompeten dalam banyak bidang keilmuan dan pengembangan teknologi sehingga mampu membangun peradaban yang kokoh dan utuh dengan dilandasi sebuah nilai-nilai yang terkandung di dalam Islam.


Komentar