Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Era Revolusi Industri/Pandemi

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Era Revolusi Industri/Pandemi

Pembelajaran pendidikan agama Islam adalah suatu sadar dan terencana yang dilakukan oleh pendidik agara peserta didik mampu meyakini, memahami, dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari maupun sosial masyartakat melalui kegiatan bimbingan, pengajaran atau pelatihan tuannya agar peserta didik senantiaaa dapat mengetahui tentang ajaran Islam secara mendasar.

Keadaan saat ini sedang diuji adanya perubahan dalam pendidikan tepatnya dalam sistem pembelajaran, yang dimana sistem pembelajaran dari tatap muka di lembaga pendidikan menjadi pembelajaran jarak jauh atau pembelajaran daring. Dari kebijakan sistem pembelajaran jarak jauh atau pembelajaran online. Memiliki banyak kendala atau hambatan. Dimana kendala tersebut dari sisi pendidik yaitu keterbatasan sarana dan prasarana, dimana kurangnya fasilitas yang memadai pada saat pelaksanaan pembelajaran daring.

Dari sisi lain peserta didik yaitu kurangnya melakukan budaya literasi, dimana peserta didik tidak tepat waktu dalam pembelajaran online, seperti peserta didik lupa akan tanggung jawab sebagai pribadi muslim, yang tidak tepat waktu dalam sholat wajib, sholat dhuha tidak membaca al-Qur’an seperti yang telah diterapkan disekolah. Kedua keberagaman pengetahuan siswa yang berbeda-beda, dalam pembelajaran agama Islam tidak semua peserta didik mempunyai kecerdasan yang sama. Dengan begitu pendidik harus mengetahui tingkat kecerdasan setiap peserta didik, agar dapat memberikan tugas sesuai kemampuannya supaya peserta didik mampu mencapai hasil belajar secara maksimal sesuai yang diinginkan.

Hambatan yang ketiga adalah datang dari orang tua siswa itu sendiri. Pembelajaran yang dilakukan di rumah membuat orang tua memiliki kewenangan tambahan untuk mengawasi anak-anak mereka selama melakukan pembelajaran daring. Kemudian Adanya faktor lingkungan juga menjadi salah satu faktor yang mempersulit proses pembelajaran. Siswa perlu berpikir lebih jauh untuk menemukan cara yang tepat agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar. Dalam pandemi seperti itu, solusi yang diterapkan dan digunakan oleh sebagian besar institusi adalah memanfaatkan sepenuhnya sifat teknologi yang maju. Karena dalam kondisi terpencil, tidak mungkin berinteraksi tanpa menggunakan teknologi yang ada. Untungnya teknologi yang ada saat ini sangat bermanfaat dan dapat memenuhi permintaan. Meskipun jarak mereka ribuan mil dari satu sama lain, semua orang masih dapat berkomunikasi dan berinteraksi.

 Dari pemaparan yang dirasakan diatas, maka dampak dari pembelajaran agama islam secara online sangatlah berdampak terhadap efektifitas pembelajaran, dimana dalam pembelajaran secara daring tidak memungkinkan peserta didik untuk melakukan pembelajaran secara verbal, sehingga siswa tidak dapat berinteraksi dan berdiskusi secra langsung dengan teman sekelasnya.


Komentar