Penguatan Pendidikan Diniyah
Penguatan Pendidikan Diniyah
Madrasah diniyah merupakan salah satu
dari lembaga pendidikan Islam yang berada pada jalur luar sekolah, sehingga
dengan adanya madrasah diniyah, diharapkan mampu untuk terus menerus memberikan
pendidikan yang berkaitan tentang agama Islam kepada peserta didiknya yang dimana
pendidikan agama Islam tersebut belum terpenuhi pada jalur sekolah. Dimana
dalam sistem pengajarannya, madrasah diniyah menggunakan sistem klasikal yang
sebagaimana hampir sama dengan sistem pembelajaran di pondok pesantren
Situasi pendidikan di Indonesia yang
semakin hari terus berlangsung dan mengalami perubahan menjadikan pendidikan
dituntut untuk selalu siap menghadapi segala macam permasalahan
dihadapannya. Gejala-gejala dalam
pendidikan pada umumnya dan pendidikan diniyah pada khususnya bermunculan
disebabkan karena perkembangan teknologi yang semakin tidak bisa dihindari
khususnya dalam kalangan anak-anak dan remaja, selain itu juga mengakibatkan
dampak di dalam bidang perekonomian sehingga gaya hidup pun akan berubah juga
hal-hal yang lain.
Madrasah diniyah sebagai salah satu
bentuk modernisasi pendidikan Islam memiliki tiga kepentingan utama sebagaimana
disampaikan oleh Muhaimin (2011), yaitu: 1) sebagai wahana untuk memperdalam
ilmu-ilmu ke-Islaman; 2) memperjelas dan memperkokoh keberadaan madrasah agar
dapat memenuhi standar nasional pendidikan, dan; 3) mampu merespon
tuntutan-tuntutan masa depan, dalam arti sanggup melahirkan manusia yang
memiliki kesiapan memasuki era globalisasi maupun era reformasi.
Oleh karena itu Madrasah Diniyah
merupakan suatu pendidikan yang masih ada ditengah-tengah masyarakat Indonesia,
Akan tetapi masyarakat tersebut masih banyak yang belum mengetahui dengan jelas
tentang Madrasah Diniyah, sehingga sering mereka beranggapan bahwa Madrasah
Diniyah salah satu lembaga agama yang hanya mendidik calon ahli agama saja.
Padahal selain dari itu terhadap keterampilan berbagai jenis ilmu sesuai dengan
perkembangan zaman dan kehidupan sehari-sehari. Akan tetapi penyelenggaraan
Pendidikan tersebut tetap dikatakan sebagai lembaga Pendidikan Islam dengan
ciri-ciri khusus diantara adalah mengedepankan Pendidikan keagamaan yang
berorientasi kepada ubudiyah dan kemasyarakatan.
Di samping memberikan pengetahuan
agama, diberikan juga pengetahuan umum sebagai pelengkap. Inilah ciri madrasah
pada mula berdirinya di Indonesia sekitar akhir abad ke-19 atau awal abad ke-20.
Sesuai dengan falsafah negara Indonesia maka dasar pendidikan madrasah adalah
ajaran agama Islam, falsafah negara Pancasila dan UUD 1945. Dan Pendidikan diniyah
saat ini yang berada dalam masyarakat ada banyak macamnya, ada yang benar-benar
merupakan kreasi dan swadaya masyarakat, biasanya diperuntukkan bagi anak-anak yang menginginkan
untuk mendapatkan pengetahuan agama di luar jalur sekolah formal. Masyarakat
khususnya orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam memberdayakan
pendidikan diniyah yang berada di pedesaan, karena biasanya pendidikan diniyah
yang berada di pedesaan cenderung dikelola oleh masyarakat itu sendiri,
khususnya bagi yang sudah memiliki pengalaman dan lebih berpendidikan.
Komentar
Posting Komentar