Profesionalitas Guru Pendidikan Agama Islam
Profesionalitas Guru Pendidikan Agama Islam
Dalam proses belajar mengajar guru merupakan salah satu sumber belajar siswa yang memiliki peranan yang sangat penting dalam menentukan jalannya proses belajar mengajar. Tugas guru sebagai suatu profesi menuntut pada guru untuk mengembangkan profesionalitas diri sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.Jadi guru yang profesional adalah guru yang mempunyai kemampuan dan keahlian khusus dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar sehingga mencapai sasaran berupa pencapaian tujuan-tujuan yang berkaitan dengan mata pelajaran yang disampaikan dan mempunyai kemampuan yang maksimal.
Dengan demikian, guru Pendidikan Agama Islam dituntut untuk komitmen terhadap profesionalitas dalam mengemban tugasnya, sehingga dalam dirinya melekat sikap dedikatif yang tinggi terhadap tugasnya, sikap komitmen terhadap mutu proses dan hasil kerja, serta sikap continous improvement, yakni selalu berusaha memperbaiki dan memperbaharui model-model atau cara kerjanya sesuai dengan tuntutan zamannya.
Dan di dalam era modern saat inilah atau yang biasa kita kenal dengan revolusi industri 4.0, tugas seorang guru tidak hanya bertindak sebagai seorang pengajar saja, tetapi seorang guru dituntut juga untuk menjadi pendidik, motivator, fasilitator, pembimbing, dan sebagai evaluator. Sehingga profesi guru saat ini tidak dapat dipandang sebagai profesi yang mudah, yang dapat dilakukan oleh sembarangan orang melainkan orang yang benar-benar memiliki wewenang secara akademisi, kompeten secara operasional dan profesional.
1. Guru Sebagai Pengajar/Pendidik
Fungsi guru sebagai seorang pengajar atau pendidik, sebenarnya tugas ini adalah hakikat dari profesi seorang guru/pendidik. Tetapi seorang guru dituntut untuk tidak hanya mengajar saja yang secara umum hanya menyampaikan materi pelajaran yang dimilikinya, tetapi seorang guru harus bisa mendidik, dalam artian dapat mengembangkan serta memaksimalkan potensi-potensi yang dimiliki oleh peserta didik
2. Guru Sebagai Motivator
Selain sebagai pendidik, seorang guru harus dapat memotivasi setiap anak didiknya. Agar selalu tumbuh rasa semangat belajar pada diri peserta didik.
3. Guru Sebagai Fasilitator
Sebagai seorang fasilitator seorang guru harus dapat memenuhi semua kebutuhan pembelajaran peserta didik, agar dapat menunjang tercapainya tujuan pembelajaran.
4. Guru Sebagai Pembimbing
Setiap siswa pasti memiliki potensi-potensi yang berbeda antara satu dengan lainnya, sebagai seorang guru dituntut untuk dapat membimbing dan mengembangkan berbagai potensi yang berbeda, yang dimiliki peserta didik tersebut.
5. Guru Sebagai Evaluator
Setelah semua tugas guru di atas telah terpenuhi, maka tugas terakhirnya adalah seorang pendidik harus dapat menjadi evaluator bagi muridnya, karena hal ini sebagai penentu keberhasilan suatu progam pendidikan yang di ikuti oleh semua peserta didik.
Dengan berbagai tugas yang dimiliki oleh seorang guru tersebut, dan di ikuti oleh pengembangan kompetensi-kompetensi yang dimiliki oleh seorang pendidik, tentunya akan dapat mewujudkan sebuah pendidikan yang berkualitas. Serta dapat mewujudkan tujuan pendidikan.
Komentar
Posting Komentar